Friday, November 16, 2012
Komunitas Game Club di Sindo TV
Review Game #4
| Judul | Mission For Gold |
| Kelompok | 4 |
| Anggota | Yoshua Adenandya K. |
| Yonathan Happy Setiawan | |
| Septyana Hardianti Y. | |
| Feronika Devi Agusta | |
| Vincentius Eko Hindarto | |
| Edward Andipratama | |
| Edward Kalvin Purnawan |
Presentasi:
Manual:
Link Unduh: Game Pertama Besutan 6 Team di Game Club
Thursday, November 15, 2012
Review Game #3
| Judul | Dazed Zone |
| Kelompok | 3 |
| Anggota | Dhian Adi Putranto |
| Vania Wahyu Febriani | |
| Desy Nur Fitriana | |
| Ernest Jupiter Rumapas | |
| Valencia Purnama | |
| Alfonsus Heriyan Gilang | |
| Yenni Oktyani Wijaya |
Manual:
Link Unduh: Game Pertama Besutan 6 Team di Game Club
Monday, November 12, 2012
Unika Luncurkan Enam Game Perjuangan
Suara Merdeka - Lintas Akademika, 10 November 2012
SEMARANG - Komunitas Game Club Unika Soegijapranata baru-baru ini merilis enam game baru dengan tema perjuangan bangsa. Rilis game ini tidak hanya terkait dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November, namun juga salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sejarah bangsa.
Keenam game tersebut mengangkat sejarah perjuangan bangsa di enam lokasi, yakni Pertempuran Lima Hari di Semarang, Peristiwa 10 November di Surabaya, Pertempuran Medan Area, Serangan Umum 1 Maret, Palagan Ambarawa, dan Bandung Lautan Api.
Semua bisa diunduh gratis di www.gametechnology.info yang merupakan website program game teknologi Unika Soegijapranata.
”Setiap peristiwa penting dalam masing-masing sejarah disajikan dalam beberapa bagian. Setiap pemain akan mengetahui urutan sejarah yang ada di dalamnya setelah memenangi satu demi satu bagian dalam permainan tersebut.pemain dapat terdorong untuk menyelesaikan permainan sampai akhir,” kata dosen pembimbing Erdhi Widyarto dalam rilis yang dikirim ke Suara Merdeka, kemarin.
Erdhi menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari aktivitas entrepreneur cell atau kelompok kewirausahaan di jurusannya yang mendorong mahasiswa untuk menghasilkan produk sendiri dan memasarkannya. Kemdikbud melalui beasiswa unggulan memberikan kontribusi besar dalam pelaksanaan program tersebut.
Selain enam game tersebut, pihaknya juga akan membuat permaian berbasis edukasi dengan jenis yang berbeda, dengan mengembangan potensi kreatif bangsa ini. (D9-37)
Game dalam Pilkada Jateng
Suara Merdeka – Wacana Lokal 10 November 2012
Masyarakat hampir selalu mengaitkan game dengan aktivitas ''menghabiskan'' waktu demi mendapatkan kesenangan atau semata-mata hiburan an sich melalui media audio visual. Saat ini permainan itu sudah menjadi hal yang umum bagi masyarakat yang melek komputer.
Bahkan yang meminati pun bukan hanya anak kecil dan remaja melainkan juga orang dewasa, termasuk orang tua: pria dan wanita. Kita bisa melihat dari kemerebakan tempat game online di Semarang dan sejumlah kota di Jateng.
Beberapa pihak melihat peluang internet, termasuk game, untuk kepentingan politik. Dalam Pilgub DKI Jakarta 2012, kemenangan Jokowi-Ahok juga tidak terlepas dari peran tim sukses yang menyosialisasikan visi misi dan program jago mereka melalui internet.
Termasuk membuat grup dan fanpage di Facebook, guna mendongkrak kepopuleran calon itu. Bahkan ada simpatisan membuat game aplikasi untuk mendukung Jokowi. Game yang mirip ''Angry Bird'' itu mereka namai ''Selamatkan Jakarta'', dan waktu itu bisa dimainkan secara gratis di beberapa situs internet.
Permainan tersebut menceritakan cara Jokowi mengatasi 4 problem utama yang dihadapi Provinsi DKI Jakarta, yaitu korupsi, pengusaha hitam (pengusaha curang), premanisme, dan sampah.
Permainan itu mendapat sambutan positif dari pengguna internet, terutama warga Ibu Kota, yang waktu itu berkepentingan dengan program cagub. Sejak game tersebut diunggah pada 6 Agustus 2012, menurut situs sidomi.com, permainan tersebut dimainkan lebih dari 50 ribu kali oleh pengguna Facebook hanya dalam 5 hari setelah di-up load.
Penggunaan game sebagai media kampanye membuktikan bahwa sekarang kalangan politik pun melirik era digital. Hal itu tidak terlepas dari perkembangan sebagian masyarakat yang memanfaatkan dunia maya guna mendukung aktivitas mereka.
Developer game dan penyedia jasa komunikasi kebanjiran untung dengan kemerebakan game dan social network dalam kampanye. Para pelaku politik ikut mendapatkan keuntungan dalam kemudahan menarik perhatian dan simpati dari masyarakat.
Saat ini, pelaku politik, termasuk pengurus parpol di Jateng, perlu terlibat aktif dalam jejaring sosial dan game sebagai media komunikasi. Lewat keikutsertaan itu, game dapat menjadi media untuk menuangkan ide, gagasan, atau program dengan cara kreatif. Masyarakat, terutama yang melek internet, lebih mudah memahami kebijakan atau program yang ditawarkan.
Cara berpolitik melalui game merupakan salah satu alternatif jembatan penghubung antara pemerintah (bisa partai, politikus, atau cagub/ cabup/ calwalkot) dan masyarakat/ calon pemilih/ konstituen. Pola ini sekaligus menciptakan kehidupan politik kreatif dan inovatif. Masyarakat juga dapat menyampaikan aspirasi tanpa harus berdemonstrasi, apalagi bertindak anarkis.
Pilkada Jateng
Modus kemenangan Jokowi-Ahok dalam Pilgub DKI Jakarta 2012 melalui internet sebenarnya bisa menginspirasi pesta demokrasi di Jateng. Terlebih tahun 2013 ada tiga pilkada, yang pelaksanaannya berbarengan pada 26 Mei, yakni Pilgub Jateng, serta Pilbup Kudus dan Temanggung.
Selain memanfaatkan jejaring sosial, cagub atau cabup dapat melibatkan developer game sebagai salah satu tim sukses. Mereka bisa membantu menyosialisasikan visi dan misi, serta program, minimal kepada masyarakat yang makin akrab dengan teknologi.
Cara ini mensyaratkan content permainan harus dibuat semenarik dan sekreatif mungkin agar mendapatkan perhatian maksimal dari masyarakat. Makin menarik dan makin kreatif format permainan itu, makin banyak anggota masyarakat yang bisa dijaring. Cara ini juga bisa mengurangi ''kegaduhan'' politik. Saatnya tim sukses cagub dan cabup di Jateng memanfaatkan internet untuk memopulerkan jago mereka. (10)
— Dhian Adi Putranto, mahasiswa Prodi Game Technology Unika Soegijapranata Semarang, penerima Beasiswa Unggulan BPKLN Kemendikbud
Sunday, November 11, 2012
Rilis Game Perjuangan di Hari Pahlawan
1. Pertempuran Medan Area
http://bit.ly/UePNt3
2. Serangan Umum 11 Maret: Battle of Keraton
http://bit.ly/BattleofKeraton_4shared, atau
http://bit.ly/BattleofKeraton_part1_mediafire [Bagian 1]
http://bit.ly/BattleofKeraton_part2_mediafire [Bagian 2]
3. Pertempuran 10 November:
http://files.indowebster.com/10_november_part1_2.html [Bagian 1 - New Version]
http://files.indowebster.com/10_november_part2_1.html [Bagian 2 - New Version]
4. Bandung Lautan Api:
http://www.4shared.com/rar/IMvO14hJ/BandungLautanApipart1.html [Bagian 1]
http://www.4shared.com/rar/5mtnx5GR/BandungLautanApipart2.html [Bagian 2]
5. Palagan Ambarawa
http://www.mediafire.com/?e7v8af14l93bryb
http://GamePalaganAmb.4shared.com/
6. Pertempuran 5 Hari di Semarang
http://files.indowebster.com/game_kemerdekaan.html
http://www.mirrorupload.net/file/B72BJNMO/Game%20Kemerdekaan.rar
http://www.mediafire.com/?bue7a1dba63um
Untuk info dan review game selanjutnya, panteng terus di website ini ya…
Friday, November 9, 2012
Ketika Komunitas GameTech Unika Sambut Hari Pahlawan
Terinspirasi Jepang, Serius Luncurkan Game Perang (Jawa Pos Radar Semarang, 8 November 2012)
Bermain sekaligus belajar sejarah bangsa. Itulah yang diinginkan Komunitas GameTech Unika Soegijapranata, dengan meluncurkan game perjuangan tepat pada Hari Pahlawan. Seperti apa? Klik link ini untuk membaca liputan Jawa Pos Radar Semarang mengenai komunitas ini dan karya-karyanya lebih lanjut…
Berita lain:
- Suara Merdeka: Komunitas Game Club, Angkat Latar Sejarah Semarang
- Warta Jateng: Luncurkan Enam Game dalam Satu Tahun
Thursday, November 8, 2012
Komunitas Game Club, Angkat Latar Sejarah Semarang
Sumber: Suara Merdeka, 7 November 2012
BOSAN dengan permainan komputer begitu-begitu saja, Komunitas Game Club mencoba sesuatu yang lain. Salah satunya, mereka memasukkan latar sejarah Semarang. Karena itu, baru-baru ini lahir permainan Pertempuran Lima Hari di Semarang.
Secara umum, permainan itu memang masih seperti permainan perang yang selama ini ada. Alurnya, seorang pemain harus mengalahkan musuh. Yang bertindak sebagai lakon tentu orang Indonesia, sedangkan lawannya adalah tentara Jepang. Walau masih sederhana, permainan tersebut cukup memikat, karena telah menghadirkan latar Semarang.
Salah satu pembuat permainan itu, Veinte mengungkapkan, inisiatif untuk membuat game tersebut bermula dari keinginan untuk mengangkat sejarah lokal, terutama Semarang.
“Saya dan teman-teman merasa mengapa tidak sejarah negeri ini diangkat dalam permainan. Sepertinya bakal lebih seru dan sekaligus membantu untuk sedikitnya memahami sejarah,” jelasnya saat ditemui di Kampus Unika Soegijapranata, Senin (5/11).
Veinte merupakan pimpinan kelompok beranggotakan lima orang, yakni Irse, Wahyu, Awenes, Leocadia, dan Putri. Mereka merupakan anggota Komunitas Game Club yang lahir di kampus tersebut. Ketua kelompok lain, Dhian Adi mengatakan, komunitas itu lahir Agustus lalu. Mereka merupakan mahasiswa program S-1 Game Technology, Fakultas Ilmu Komputer, Unika Soegijapranata.
Komunitas tersebut secara keseluruhan memiliki enam kelompok yang masing-masing beranggotakan 6-7 orang. Kelompok yang disebut sebagai entrepreneur cell itu masing-masing memiliki mentor yang merupakan dosen di sana, yakni Dr Ridwan Sanjaya, Yulianto Tejo, Bernardinus Harnadi, Erdhi Widyarto, Hendra Prasetya, dan Brenda Chandrawati.
Bersama ketua kelompok yang lain yakni Nathasia, Yoshua, Adit Rama, dan Reno Adi, mereka menyatakan sering bertemu, terutama setiap Selasa setelah makan siang. Selain itu, waktu-waktu kosong di tengah perkuliahan atau setelah kuliah terakhir pada hari tertentu juga kerap dimanfaatkan untuk diskusi atau sekadar berbincang ringan.
“Saat ini masing-masing kelompok sudah membuat permainan sendiri. Jadi ada enam game telah dirilis yakni Adventure in the Search of Gold, Pertempuran Lima Hari di Semarang, The Another World Treasure, Dazed Zone, Hanger: Middle of Nowhere, dan Mission for Gold. Semuanya dapat diunduh secara gratis melalui www. GameTechnology.info,” tambah Natashia.
Dijual
Untuk pengguna internet yang memiliki keterbatasan dalam koneksi internet, mereka juga menyediakan dalam bentuk keping DVD. Untuk sementara ini, mereka membagikan produknya secara gratis.
Selanjutnya, sesuai dengan prinsip entrepreneurship yang dianut, mereka juga berniat untuk menjual program permainan itu, sehingga bisa mendapat pemasukan. Dalam program selanjutnya, akan diluncurkan produk generasi kedua bergenre game sejarah.
Dr Ridwan Sanjaya memberi apresiasi pada inisiatif para mahasiswa tersebut. Game Pertempuran Lima Hari di Semarang, menurutnya, bukan semata-mata untuk hiburan dan ketangkasan, melainkan juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi pemainnya untuk memahami peristiwa 67 tahun lalu, tanpa harus mengikuti mata pelajaran atau kuliah konvensional.
“Tentunya agar tidak menyesatkan dalam mempelajari sejarah sebenarnya, survei lokasi, dan studi literatur mengenai sejarah pertempuran harus dilakukan. Selain menjadikan permainan ini terasa lebih hidup, juga membuat pemain serasa berada pada situasi perjuangan masa itu,” tandasnya. (Adhitia Armitrianto-75)
Berita Lain:
- Jawa Pos Radar Semarang: Ketika Komunitas GameTech Unika Sambut Hari Pahlawan
- Warta Jateng: Luncurkan Enam Game dalam Satu Tahun
Wednesday, November 7, 2012
Review Game #2
| Judul | The Another World Treasure |
| Kelompok | 2 |
| Anggota | Adit Rama Putra |
| Nuryanti | |
| Ida Nur Khasanah | |
| Fajar As' Ari | |
| Mikael Tebai | |
| Evan Wijaya | |
| Gunawan Putra Gozali |
Manual:
Sunday, November 4, 2012
Review Game #1
| Judul | Adventure in The Search of Gold |
| Kelompok | 1 |
| Anggota | Kalistus Renoadi Prakoso |
| Stephani Inggrit S.D. | |
| Lidya Oktorina Kusuma Sakti | |
| Melinda Safitri | |
| Regina Evelina Kosamah | |
| Viena Patrissane | |
| Maychael Lee |
Manual:
Link Unduh: Game Pertama Besutan 6 Team di Game Club
Saturday, November 3, 2012
Luncurkan Enam Game dalam Satu Tahun
Sumber: Warta Jateng, 1 November 2012
Meski belum genap satu tahun berdiri, komunitas Game Club di Unika Soegijapranata terbilang produktif. Hal ini dapat dilihat dari rilis enam grup dalam komunitas ini. Bahkan, beberapa waktu kedepan, aka nada enam game bergenre sejarah yang siap diluncurkan, baik lewat internet maupun berbentuk CD-Rom.
Komunitas Game Club Unika Soegijapranata dibidani tujuh dosen S1 Program Game Technology Fakultas Ilmu Komputer. Tercatat ada 40 mahasiswa yang menjadi anggotanya. Untuk meningkatkan produktifitas, ke-40 anggota lalu dibagi ke dalam enam grup, yang masing-masing berisi 6 sampai 7 orang.
Keputusan ini cukup efektif. Para mahasiswa semakin mudah mengeluarkan kreativitas mereka lewat kerja sama tim yang solid. Menghasilkan sebuah game tanpa ada kerja sama tim adalah hal yang mustahil. Karya ini bukan merupakan pekerjaan individu.
Grup pertama misalnya, menghasilkan game “tembak-tembakan” berjudul Adventure in the Search of Gold atau petualangan dalam mencari emas. Meskipun sederhana, pencapaian ini cukup membanggakan.
“Kerja sama merupakan soft skill yang dapat membantu para mahasiswa setelah mereka lulus nanti. Ini penting, karena di dunia kerja seseorang dituntut tidak hanya punya basis keilmuan semata, tapi kemampuan berkomunikasi dan sosialisasi, “ kata Dr. Ridwan Sanjaya, kepala program Game Technology yang juga salah satu mentor di komunitas ini.
Menurut Ridwan, anggota komunitas yang merupakan lulusan SMK Negeri 11, SMAN 3, SMAN 5, SMAN 9, YSKI, Sedes Sapienteae, Theresiana, Permata Bangsa, dan sekolah favorit lainnya merupakan pribadi yang telah teruji dari segi akademik. Sehingga keberhasilan komunikasi di antara mereka menjadi nilai plus.
Selain Adventure in the Search of Gold, beberapa game pertama yang dihasilkan oleh komunitas Game Club Unika Soegijapranata adalah Petempuran Lima Hari di Semarang, The Another World Treasure, Dazed Zone, Hanger : Midddle of Nowhere, dan Mission for Gold.
Unduh Gratis
Ketua grup enam Natasha Austin menjelaskan, keenam game ini dapat dilihat dan diunduh secara gratis melalui situs www.gametechnology.info. Sedangkan bagi mereka yang memiliki koneksi internet terbatas, dapat memesan menggunakan jasa pos atau paket dengan mengganti biaya penggandaan. “Kami akan kirimkan game-game ini dalam bentuk keeping DVD,” katanya.
Saat ini keenam kelompok tengah menyelesaikan produk generassi kedua di tengah padatnya aktivitas kuliah. Rencananya, peluncuran game gelombang dua -- bertema sejarah perjuangan bangsa -- ini dilakukan pada November, berkait dengan momentum Hari Pahlawan 10 November.
Pertemuan Mingguan
Sementara itu Gilang, anggota dari grup tiga mengungkapkan, komunitasnya memiliki agenda pertemuan wajib yang dilaksanakan setiap Selasa, tepatnya saat makan siang. “ Terkesan padat, tapi kami enjoy menikmati semua proses ini,” katanya.
Ya, menikmati studi dengan senang hati adalah esensi dari menempuh pendidikan di kampus, apabila jika mendapatkan bonus soft-skill yang bermanfaat setelah lulus nanti. (MELINDA SAFITRI, Penggiat komunitas Game Club Unika Soegijapranta)
Kliping: http://bit.ly/WartaJateng
Berita Lain:
- Jawa Pos Radar Semarang: Ketika Komunitas GameTech Unika Sambut Hari Pahlawan
- Suara Merdeka: Komunitas Game Club, Angkat Latar Sejarah Semarang
Wednesday, October 24, 2012
Game Pertama Besutan 6 Team di Game Club
- Adventure in The Search of Gold
- The Another World Treasure
- Dazed Zone
- Mission For Gold
- Game Perjuangan
- HANGER: Middle of Nowhere
Indowebster: Part 1, Part 2, Part 3

Monday, October 22, 2012
Pertumbuhan ekonomi Indonesia nomor dua dunia
Sumber: AntaraNews.com
Jakarta (ANTARA News) - Bank Indonesia mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi dalam negeri tahun ini sebesar 6,3 persen, akan menjadi pertumbuhan tertinggi kedua di dunia setelah China mencapai 7,8 persen.
"Dibanding negara-negara lain di dunia, pertumbuhan kita nomor dua setelah China," kata Direktur Eksekutif Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, Bank Indonesia meyakini pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini masih cukup baik dan mencapai 6,3 persen, meski lebih rendah dibanding perkiraan sebelumnya 6,4 persen.
Sebelumnya, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan tumbuh antara 6,1 - 6,5 persen dengan kemungkinan utama di level 6,3 persen. Pada tahun 2013, pertumbuhan ekonomi diperkirakan antara 6,3 - 6,7 persen dengan kemungkinan di 6,5 persen.
Sementara pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan melambat pada tahun ini dari 3,2 persen menjadi 3,1 persen, sedangkan di 2013 turun dari 3,5 persen menjadi 3,4 persen.
Pelambatan ekonomi Indonesia dari 6,4 persen menjadi 6,3 persen, menurut Perry lebih karena dampak krisis ekonomi dunia yang mulai mempengaruhi sisi ekspor perekonomian Indonesia.
Masih tingginya pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih banyak ditopang kuatnya konsumsi rumah tangga yang diperkirakan tumbuh 5,1 persen pada kwartal III 2012, sementara investasi tumbuh 10,9 persen.
Pertumbuhan investasi ini turun dibanding perkiraan semula 12 persen, karena dampak dari turunnya sektor investasi yang berorientasi ekspor.
Thursday, October 18, 2012
Game Membuat Anak Lebih Kreatif?
(Suara Merdeka, rubrik Konek 23 September 2012)
Game merupakan kata yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari terutama di kalangan anak dan remaja. Sepertinya tidak ada anak dan remaja masa kini yang tak mengenal permainan berbasis komputer atau teknologi informasi ini.
Bahkan ada dari mereka mempunyai perasaan bahwa dunia tanpa game bagaikan makan sayur tanpa garam. Sehingga banyak sekali yang memainkan game untuk menghilangkan rasa bosan, sebagai sarana rekreasi, dan media untuk lebih mengenal banyak orang.
Selain itu, game tidak sekedar berfungsi sebagai permainan semata melainkan mempunyai kekuatan yang dapat membuat seseorang yang tadinya mengalami stress menjadi lebih segar. Tapi apa jadinya seandainya kita membicarakan game dan menghubungkannya dengan anak dan remaja? Yang akan timbul di benak orang dewasa mungkin beberapa hal negatif seperti kenakalan, kemalasan, dan segala hal lain yang pastinya dapat merusak mental seorang anak.
Padahal jika kita telusuri lebih dalam, banyak sekali manfaat game bagi perkembangan mental seorang anak. Diantaranya menjadikan imajinasi seorang anak terutama pada usia dini menjadi lebih kreatif diantara anak seusianya. Kenapa dapat menjadikan seorang anak menjadi lebih kreatif? Ketika seorang anak memainkan sebuah game, maka daya pikirnya akan bekerja untuk memecahkan masalah di dalam permainan tersebut, sehingga muncul ide-ide kreatif dalam diri anak tersebut.
Media Pembelajaran
Game juga dapat menjadi suatu media pembelajaran bagi seorang anak karena kebanyakan game menggunakan bahasa Inggris dalam pengoperasiannya dan mengandung soal-soal yang membutuhkan perhitungan di dalamnya sehingga baik sekali bagi perkembangan otak anak khusunya usia dini. Selain itu melalui game seorang anak dapat dilatih menjadi seorang pemimpin yang memiliki kemampuan dalam hal kreatifitas, respon otak yang baik dalam menghadapi suatu permasalahan dan juga memiliki intelligent yang tinggi .
Ada beberapa penelitian yang dapat mendukung pernyataan di atas. Seperti penelitian yang dilakukan oleh seorang Menteri Sekretariat Kabinet di Inggris yang benama Tom Watson menyebutkan bahwa dengan bermain game, anak-anak dapat belajar melatih pikiran, konsentrasi, menjawab tantangan dan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan mereka. Lalu yang kedua, menurut beberapa peneliti dari University of Rochester, New York, Amerika Serikat yang melakukan penelitian mengenai dampak positif game. Menurut mereka, Anak yang bermain video game akan mengembangkan kemampuan dalam membaca, matematika, dan pemecahan masalah.
Pendapat yang ketiga berasal dari Mark Griffiths, seorang profesor di Nottingham Trent University, Inggris, menyatakan bahwa dengan bermain game dapat meringankan dan bahkan mengalihkan perhatian dari rasa sakit yang diderita oleh seorang anak yang sedang dalam masa perawatan, misalnya seperti kemoterapi yang dimana biasanya rasa sakit yang ditimbulkan ketika selesai kemoterapi akan begitu menyiksa dan dengan bermain game, rasa sakit akan berkurang yang diikuti dengan penurunan tensi darah. Bermain game juga baik untuk fisioterapi anak-anak khususnya yang mengalami cedera tangan.
Sisi Negatif
Selain sisi positif, game juga mempunyai sisi negatif yang dapat mempengaruhi mental seorang anak. Jadi game dapat diartikan juga sebagai obat yang mempunyai kegunaan untuk mengobati suatu penyakit tetapi juga memiliki dampak samping di dalamnya. Contoh yang sederhana seperti kecanduan berlebihan kepada game yang menyita perhatian sehingga seorang anak tidak dapat melanjutkan aktivitas utamanya, menimbulkan rasa gelisah apabila tidak bermain game, sehingga akhirnya menurunkan prestasi belajar di sekolah.
Selain itu game seperti Call of Duty atau Counter Strike yang mengandung unsur perang dapat membuat anak dan remaja mengalami peningkatan agresifititas yang mengarah pada kekerasan. Bila semua hal tersebut memburuk, maka tidak akan ada obat yang dapat menyembuhkannya. Oleh karena itu yang dapat kita lakukan hanya mencegah agar semua itu tidak terjadi. Caranya adalah dengan melakukan bimbingan terhadap anak ketika akan memainkan suatu permainan dan pembatasan jam bermain seorang anak ketika memainkan suatu permainan atau game.
Tetapi ada sedikit catatan bagi orang tua agar untuk jangan menutup akses seorang anak dalam bermain game khususnya di usia emasnya. Sebab dengan bermain game, seorang anak dapat menumbuhkan kreatifitas yang dimilikinya. Cukup dengan memberikannya pengaturan waktu dalam bermain dan bimbingan dari orang tua maka sisi positif game akan muncul di dalam dirinya.
Mengalihkan energi berlebihan dari sang anak yang semula pemain game menjadi pencipta game merupakan salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan. Kreatifitas dan waktunya dapat menghasilkan karya yang bernilai secara finansial dan bermanfaat bagi masyarakat penggunanya. (Veinta Sonrizky Mayo, penerima Beasiswa Unggulan BPKLN Kemendikbud, mahasiswa semester 1 program Game Technology Unika Soegijapranata)
Kliping:
Heroisme dalam Game
(Suara Merdeka – Wacana Lokal, Sabtu 15 Oktober 2012)
Pertempuran Lima Hari di Semarang yang dimulai pada 15 Oktober 1945 merupakan rangkaian peristiwa sejak kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Sama seperti reaksi rakyat Indonesia di kota-kota lain, pemuda dan rakyat di Semarang berusaha melucuti tentara Jepang yang saat itu bermarkas di Jatingaleh.
Namun karena Mayor Kido menolak dan beberapa tentara Jepang yang ditawan oleh pemuda Semarang melarikan diri bergabung dengan batalion Kidobutai pimpinan Kido, suasana kota memanas. Rakyat bergerak melakukan serangan secara terpisah dan bergerilya terhadap tentara Jepang. Hasilnya beberapa tentara Jepang dijebloskan ke penjara Bulu.
Sebaliknya, tentara Jepang melakukan serangan mendadak ke reservoir Siranda yang dijaga polisi istimewa karena merupakan satu-satunya sumber air minum di Semarang. Kemunculan berita tentara Jepang menebarkan racun di reservoir tersebut, membuat dokter muda Kariadi berusaha memeriksa kebenarannya.
Namun dalam perjalanan ke lokasi, mobilnya disetop tentara Jepang di Jalan Pandanaran dan Dokter Kariadi ditembak bersama tentara pelajar yang menyertai. Nyawanya tidak tertolong meskipun sempat dibawa ke rumah sakit pada 14 Oktober malam harinya. Hal itu mengakibatkan kemarahan pemuda dan rakyat Semarang.
Salah satu daerah yang menjadi medan pertempuran hebat berlokasi di radius 10 kilometer dari daerah yang sekarang ini dibangun monumen Tugumuda. Perundingan antara Jepang dan Mr Wongsonegoro akhirnya menghasilkan penghentian pertempuran yang sudah berlangsung hebat selama 5 hari, bersamaan mendaratnya tentara Sekutu di Semarang.









