Monday, October 30, 2017
Sehat Bersama Endomondo di Smartphone Android
Smartphone
android
bukanlah hal yang asing lagi bagi kita untuk saat ini, hampir setiap orang memiliki dan bahkan sampai ketergantungan pada benda tersebut. Terlebih Android
yang saat ini tengah memasuki versi terbaru yaitu Nougat (7.0) dengan kemampuan
layar split-screen saat digunakan untuk membuka berbagai aplikasi, virtual
reality terbaru dari Google, serta fitur Doze yang telah mengalami peningkatan
dari versi Marshmallow (6.0). Dengan kemampuan tersebut tidak dipungkiri jika
Android menjadi salah satu OS yang digemari, hingga banyak perusahaan
berlomba-lomba untuk memproduksi handphone Android dengan fitur dan harga yang
bersaing, tak terkecuali developer aplikasi yang juga melirik peluang tersebut.
Seiring
dengan besarnya ketergantungan masyarakat saat ini pada smartphone membuat
kurangnya perhatian pada kesehatan. Disamping kemudahan yang ditawarkan dari
setiap fitur dan aplikasi yang ada dalam smartphone, banyak pula aksesoris
smartphone yang membuat pengguna malas bergerak sehingga beberapa developer
membuat aplikasi untuk mendukung kesehatan pengguna seperti aplikasi untuk
lari, workout, pilates, aerobik, yoga, dll.
Dari
sekian banyak olahraga yang ada dan menunjang aplikasi kesehatan, olahraga yang
menyehatkan, sederhana, dan mudah dilakukan kapan pun dan dimanapun olahraga lari atau jogging. Bukan lari dari kenyataan atau lari dari masa lalu yang
kelam melainkan lari agar tubuh menjadi sehat dan bugar. Untuk melakukan olahraga lari kita tidak perlu mengeluarkan dana besar,yang kita butuhkan adalah kaos dan celana olahraga, serta sepatu lari.
Bahkan jika kita belum mempunyai sepatu lari,
kita masih bisa berlari tanpa
alas kaki atau sering disebut barefoot. Meskipun terdengar aneh,
berlari tanpa alas kaki justru sekarang sedang menjadi trend sendiri di dunia. Dengan menggunakan
smartphone android kita bisa mengunduh aplikasi
yang mendukung olahraga lari yang kita lakukan. Ada banyak pilihan aplikasi yang bisa kita unduh di smartphone android, seperti RunKeeper – GPS Track Run Walk, Runtastic Running
& Fitness, Nike+ Running, Endomondo Sports Tracker, Strava Run GPS Running
Tracker dan masih banyak lagi. Tapi kali ini saya akan membahas salah satu
aplikasi tersebut yaitu Endomondo Sports Tracker atau sering disingkat Endomondo di smartphone android.
Endomondo bisa dipasang
di smartphone android versi 2.2 keatas dan dijalankan dengan memanfaatkan fitur
GPS yang berada di smartphone android. Melalui Endomondo kita akan dimanjakan dengan informasi
yang disediakan dan diolah secara real-time.
Informasi yang ditampilkan pada aplikasi ini adalah adanya fitur durasi latihan,
kalori yang terbakar, kecepatan, bahkan rute juga ditampilkan sehingga kita tahu dimana posisi kita dalam maps dan masih banyak fitur
yang bisa dieksplorasi
di Endomondo ini termasuk fitur
“share” yang memungkinkan kita membagi aktivitas olahraga kita ke jejaring media. Di Google Playstore Endomondo terdiri dari versi gratis dan pro (berbayar). Untuk versi
gratis Endomondo sudah diunduh lebih dari 5
juta kali sedangkan versi
pro diunduh sebanyak lebih dari 10 juta kali. Untuk mendapatkan versi pro kita perlu merogoh kocek sebesar Rp 75.000/bulan atau Rp340.634/tahun.
Tentu saja dengan meng-upgrade menjadi versi pro, kita akan mendapat sejumlah fitur tambahan yang
tidak bisa didapatkan versi gratis.
Tampilan
Endomondo yang sederhana dengan kombinasi warna putih hijau terlihat menarik dan segar. Pada tampilan awal kita akan diarahkan untuk login melalui tiga pilihan yaitu melalui
akun Google, Facebook, atau Email. Pada tampilan menu utama Endomondoyang
terletak disebelah kiri atas kita akan menjumpai pilihan berupa Profile, Upgrade, Workout, Friends dan News
Feed, History, Statistics, Training Plan, Commitments, Challenges, Routes,
Nutition, Shop Gear dan Settings. Selain
tampilan menu yang ada disebelah kiri, ada juga menu disebelah kanan atas yang
memungkinkan kita untuk memilih musik yang ada di smartphone
android kita, notifikasi,
pengaturan dan tutorial penggunaan aplikasi Endomondo.
Menu
Profile memungkinkan kita untuk
mengatur hal-hal pribadi kita seperti tanggal lahir, berat badan, tinggi badan
dan lain sebagainya. Dibawahnya ada menu digunakan untuk mengupgrade Endomondo
ke versi pro atau berbayar. Selanjutnya Workout,
pada menu ini akan ditampilkan durasi, jarak, kalori yang dibakar, serta rute
yang ditempuh tentu saja dengan mengaktifkan GPS yang ada diponsel. Kemudian News Feed, disini kita bisa menggunggah hasil olahraga yang kita
lakukan dan melihat hasil olahraga teman kita. Selanjutnya menu Friends, dalam menu ini kita bisa
berinteraksi dengan pengguna aplikasi ini melalui jejaring sosial Facebook
maupun melalui address book yang ada
di
smartphone android kita agar
olahraga bisa menjadi lebih menyenangkan.
Beranjak
dari Friends dan News Feed kita menuju menu History, secara otomatis hasil dari olahraga yang kita lakukan akan
tersimpan pada menu
ini dan kita bisa melihat informasi secara lebih terperinci dan tentu saja bisa
langsung diposting ke jejaring sosial. Selanjutnya ada menu Training Plan dimana kita bisa berlatih
sesuai dengan instruksi yang sudah disetel dalam aplikasi tersebut sehingga
seakan-akan kita sedang dilatih oleh seorang pelatih profesional, namun untuk menikmati menu
ini kita harus meng-upgrade Endomondo ke versi pro terlebih dahulu. Dibawah menu
training plan ada Commitments, menu
ini dibuat agar pengguna aplikasi berkomitmen untuk melakukan olahraga yang
sama secara rutin sesuai dengan komitmen yang pernah dibuat.
Menu
berikutnya adalah Challenges atau
yang berarti tantangan, dalam menu ini disediakan beragam tantangan berlari
bagi semua pengguna aplikasi Endomondo yang ada
diseluruh dunia. Beralih ke menu Routes,
disini kita bisa menggunakan rute seperti yang sudah penah dilakukan dan
diposting oleh seluruh pengguna Endomondo. Lalu menu Nutrition, pada menu ini berisi tampilan yang mengarahkan pengguna
ke aplikasi lain yang bertujuan untuk mendownload aplikasi yang dibutuhkan
untuk menunjang nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Pada menu Shop Gear berisi link yang diarahkan
menuju browser untuk memberikan informasi tentang ketersediaan barang olahraga
yang dibutuhkan. Dan yang terakhir adalah menu Settings untuk melakukan pengaturan.
Selain
berbagai keunggulan diatas, keuntungan lain yang dapat diperoleh dengan adanya
aplikasi ini adalah hasil pengukurannya yang bisa dikatakan cukup akurat dan
jarang terjadi lag (kelambanan). Tidak
terlalu susah bukan untuk menggunakan aplikasi Endomondo? Ternyata selain bermanfaat
untuk berkomunikasi dan bersenang-senang tentu saja smartphone android bisa menyehatkan dengan adanya aplikasi Endomondo. Sekedar saran, alangkah lebih baik jika berlari
dilakukan beramai-ramai agar kita merasa lebih aman,
bersemangat dan menambah motivasi kita dalam berlari serta tentunya bisa menjadi sarana sosialisasi dan menambah teman, jika kita memutuskan untuk berlari sendirian pilihlah lokasi yang aman agar kita terlindung dari aksi kejahatan.
Smatphone android tidak hanya digunakan sebagai hiburan
yang cenderung membuat para penggunanya menjadi pemalas dan tidak produktif, tetapi juga bisa digunakan untuk menjadikan penggunanya aktif, sehat dan produktif. Salah satunya dengan memasang aplikasi Endomondo yang menunjang aktivitas olahraga sehingga para pengguna smartphone menjadi termotivasi untuk menerapkan gaya hidup sehat.
Elisa Purnamasari
Mahasiswa Beasiswa Unggulan GameTech Unika Soegijapranata
Semarang
Wednesday, October 4, 2017
Nostalgia Video Game Konsol Dari Masa Ke Masa
Jika
membicarakan tentang video game saat ini tentu tak lepas dari kecanggihan
teknologinya, mulai dari grafis, audio, hingga sensor yang digunakan. Tapi
tahukah kamu bahwa video game sudah ada sejak tahun 1972? Meski perangkat yang
digunakan masih sederhana dan output game yang dikeluarkan tidak semenarik saat
ini, namun kemunculan video game jaman dulu sudah dianggap sebagai penemuan
yang istimewa. Berikut adalah beberapa video game yang pernah ada dari awal
kemunculannya hingga tahun 1900-an.
1 1. Pong & C (1972)
Pong adalah
permainan pertama yang dibuat untuk video game. Membuat pemainnya menjadi
“pemain tennis” yang harus mengalahkan lawannya dengan mencetak 10 poin
terlebih dahulu. Game ini dikembangkan oleh Atari dan
dirilis untuk arcade pada tahun 1972 oleh Atari, dan karena kesuksesannya,
Atari mengembangkan sendiri game ini untuk di porting ke versi video game rumahan pada tahun 1975 dan terjual
sebanyak 150.000 unit.
Mesin Pong ini terjual sebanyak 35.000 unit, dan jumlah ini sebenarnya hanyalah sepertiga
dari total mesin pong yang terjual di seluruh dunia, karena setelah
kesuksesannya, banyak cloning mesin
Pong yang muncul. Saat itu, langkah yang diambil oleh Atari adalah merilis
Double Pong, yang merupakan Pong yang dimainkan oleh empat orang pemain dengan
layar yang lebih besar. Selain Pong, ada juga game lain di mesin ini yang dapat dimainkan
secara online, yaitu Solitaire dan Freecell.
2 2. Magnavox Odyssey (1972)
Magnavox Odyssey merupakan video game rumahan pertama
yang pernah ada. Kita bisa bermain permainan tenis (yang terinspirasi dari permainan
Pong) dan beberapa jenis permainan papan yang sejenis. Perangkat ini diproduksi
sebanyak 350.000 unit tapi hanya beberapa ribu yang masih ada saat ini, dan
lebih sedikit lagi yang masih lengkap dan masih bisa digunakan.
3 3. Atari VCS (1977)
Atari 2600 adalah “sesepuh” dari video game modern yang sudah terjual lebih
dari 30 juta unit dan menjual banyak sekali permainan dalam sistem cartridge. Pada awal tahun 1970.
Permainan arcade mendulang kesuksesan
karena permainan pong, tank, dan lain-lain. Maka, Atari merilis Pong versi
rumahan yang juga sukses di pasaran. Hingga pada tahun 1976, Atari VCS (nama
asli dari Atari 2600) dirilis dengan sembilan permainan bawaan. Karena
kesuksesannya, pada tahun 1978 Atari merilis lebih banyak game untuk konsol ini,
diantaranya adalah Outlaw, Space Wars, dan Breakout. Salah satu game paling
ikonik yang dikeluarkan oleh Atari adalah Space Invader yang dirilis di tahun
1980. Saking suksesnya permainan ini, banyak orang membeli Atari 2600 hanya
untuk memainkan Space Invaders.
4 4. Intellivision (1979)
Konsol ini mulai muncul di masa puncak kepopuleran Atari 2600. Diproduksi
oleh Mattel yang pada saat itu populer karena memproduksi mainan Barbie,
Intellivision menjadi salah satu kompetitor utama Atari mulai tahun 1980. Dengan
game Major League Baseball yang mengalahkan Homerun (game baseball buatan
Atari) IntellVision menjadi populer. Alasan lain mengapa IntellVision sukses
adalah kemampuan teknisnya. Dilengkapi dua kontroler yang memiliki 10 tombol
lengkap dengan tombol enter dan clear, serta piringan 16 arah. Yang dapat
ditumpuk dengan petunjuk keypad yang disesuaikan dengan game yang akan
dimainkan.
5 5. Commodore VIC-20 (1980)
Dirilis di Jepang
pada tahun 1980, dan setahun kemudian, di seluruh dunia, Commodore VIC-20 adalah
komputer rumahan berwarna pertama yang ditujukan untuk masyarakat luas karena
pendekatan dan harga yang cukup bersahabat. Sebagai computer yang dipuji di
media-media ahli (karena pertunjukan performa lebih baik dari Apple II dan
Atari 80 Byte pada bulan Mei 1981) Commodore VIC-20 menjadi komputer pertama
yang terjual sebanyak lebih dari 1 juta unit, yang mengangkat posisi dan popularitas
Commodore di pasar komputer rumahan.
6 6. ColecoVision (1982)
Pada masanya,
Coleco dianggap sebagai konsol “Next Gen”, yang mengikuti jejak Atari VCS dan
IntellVision yang dimiliki Mattel. Game ini memiliki grafis dan suara yang
sangat baik. Peluncuran konsol ini ke pasar juga cukup kuat karena adanya
kesepakatan dengan Nintendo untuk melakukan porting
game Donkey Kong. Lebih dari 2 juta unit terjual dan sebenarnya bisa
menjadi lebih popular jika saja tidak ada kejatuhan industri game pada tahun
1983.
7 7. Comodore 64 (1982)
Commodore 64
adalah computer 8-bit yang dirilis oleh Commodore Business Machines pada tahun
1982 sebagai suksesor VIC-20, Commodore 64 mendominasi pasar komputer rumah di
Amerika Serikat, dengan aplikasi dan game yang tersimpan dalam cassette tape player eksternal, disk drive eksternal, atau port ekspansi yang ada pada mesin
Commodore 64. Mesin ini tetap diminati hingga tahun 1990 dan
akhirnya dihentikan produksinya pada tahun 1994 ketika perusahaan Commodore
akhirnya bangkrut.
8 8. ZX Spectrum (1982)
ZX Spectrum yang terkenal
karena keyboardnya yang berbahan karet, dengan ukuran yang padat dan motif pelangi yang unik, dirilis pada tahun 1982
dengan harga kisaran harga £125 hingga £175. Harga ini kemudian menjadi
lebih murah yaitu berkisar £99 dan £129.
9 9 . Vectrex (1982)
Vectrex adalah
konsol unik yang mengimplementasi tampilan grafis vektor untuk membuat
pengalaman bermain seperti pada konsol arcade.
Konsol ini dikembangkan oleh Smith Engineering. Dengan bantuan kertas overlay
(berbahan mika) yang digunakan sebagai lapisan tambahan untuk memberi warna, 29
games diluncurkan secara resmi, termasuk game-game portingan dari arcade.
1 10. Famicom (1983)
Karena gagal
mencapai kata sepakat dengan perusahaan Coleco dan Commodore, Nintendo merilis
konsol berbasis cartridgenya yang pertama dengan nama Famicom (Family Computer)
di Jepang pada tahun 1983. Konsol ini meraih sukses besar. Karena kesuksesan
ini, banyak produk tiruan Famicom diproduksi di seluruh Asia pada pertengahan
1980. Menjadikannya konsol yang memiliki produk bajakan tersendiri. Namun
produk bajakan ini menjadi legal setelah paten dari Nintendo mengalami
kadaluwarsa.
1 11. Nintendo Entertainment System (NES,
1985)
Setelah dirilisnya
Famicom di Jepang pada tahun 1983, Nintendo mendesain ulang konsol ini untuk
rilis internasional dalam wujud NES. NES memiliki peran penting dalam
membangkitkan kembali game yang dimainkan dalam sebuah konsol setelah jatuhnya industri game pada tahun 1983. Dengan NES, Nintendo
memperkenalkan model bisnis standard dalam pemberian lisensi pada pengembang
pihak ketiga yang melegalkan pengembang tersebut mengembangkan software untuk
platform Nintendo. Lebih dari 700 game dirilis secara resmi pada konsol ini..
1 12. Commodore Amiga (1985)
Pertengahan tahun
1985, Commodore meluncurkan Commodore Amiga, mesin baru yang diharapkan dapat
mengangkat pamor Commodore di lingkungan pasar. Walau Commodore Amiga tidak
kompatibel dengan mesin Commodore sebelumnya, mesin ini awalnya dapat bersaing
karena kemampuan menghasilkan gambar dan suara yang sangat baik serta
sistem operasi yang dapat
melakukan berbagai hal dengan mouse. Mesin dapat bertahan hingga awal tahun 1990-an namun akhirnya harus tumbang di tangan IBM yang
terbukti lebih kompeten dalam mengembangkan mesin komputer.
1 13. Sega Mega Drive (1988)
Konsol pertama
yang benar-benar serius menantang dominasi Nintendo di pasar gaming pada
masanya
adalah Sega Mega Drive.
Dirilis pertama kali di Jepang tahun 1988 dan 1989 di Amerika Utara. Kurang
lebih 40 juta unit sukses terjual di seluruh dunia. Dengan seri Sonic The
Hedgehog sebagai game terpopuler dari seluruh 915 game yang sudah dirilis, game
ini
dapat terjual sebanyak
15 juta unit.
1 14. GameBoy (1989)
Walaupun memiliki
keterbatasan perangkat keras, GameBoy mengalami sukses dengan sangat cepat.
Bahkan melawan kompetitornya yang secara hardware
lebih mampu, seperti Atari Lynx dan Sega Game Gear. GameBoy tetap popular
karena banyaknya game bagus yang dirilis serta baterai yang tahan lama. GameBoy
mengalami desain ulang pada tahun 1998 dengan dirilisnya GameBoy Color dan
berhasil menjual 118 unit sebelum akhirnya berhenti diproduksi tahun 2003.
1 15. Super Famicom /SNES (1990)
Super Nintendo Entertainment System (disebut juga Super NES, SNES atau Super Nintendo) adalah konsol 16-bit yang dirilis tahun 1990 di Jepang, tahun 1991 di Amerika Utara, tahun 1992 di
Eropa dan 1993 di Amerika Selatan. Di Jepang dan Asia Tenggara, konsol ini lebih dikenal dengan nama Super
Famicom.
SNES menjadi konsol kedua yang
dikembangkan oleh Nintendo, mengikuti kesuksesan pendahulunya, NES. Konsol ini
memiliki keunggulan dalam menghasilkan grafis dan suara dibandingkan kompetitor
pada masanya, dan tetap popular bahkan hingga di era konsol 32-bit dan tetap
ada di hati para kolektor dan retro gamer.
1 16. Commodore Amiga CD32 (1993)
Commodore Amiga
CD32 menjadi konsol video game berbasis 32-bit CD-ROM pertama yang dirilis di
Eropa Barat dan Kanada. Pada saat peluncurannya di tahun 1993, Amiga CD32 dilengkapi dengan dua game yaitu Diggers, dan Oscar from Flair.
Pada peluncuran berikutnya, disertakan juga game Dangerous Street, sebuah game
duel satu lawan satu, yang mendapat banyak kritik pedas oleh awak media. Amiga
CD32 sebagai konsol video game juga dapat di upgrade menjadi sebuah PC secara penuh dengan menambahkan keyboard, mouse, dan floppy drive.
Itulah
16 jenis video game yang pernah ada. Mungkin saat ini kita sudah jarang
melihatnya atau bahkan tidak mengenalnya sama sekali, tapi keberadaan alat
tersebut masih bisa kita dapatkan di situs ebay.com
dan amazon.com.
ket : Semua gambar diambil dari musium game technology James Cook University Singapore
Penulis
:
Elisa
Purnamasari
Mahasiswa
Beasiswa Unggulan Game Technology 2013
Unika
Soegijapranata Semarang
Thursday, June 15, 2017
Kesuksesan Game Developer Indonesia Menginspirasi Squarstudio
Menengok
perjalanan developer game indonesia beberapa tahun kebelakang yang membawa
kabar gembira untuk perkembangan dunia game di Indonesia. Sudah mulai
bermunculan developer-developer game baik indie yang mampu menunjukan hasil
luar biasa kreasi game buatannya, semua itu dapat dilihat dari respon
masyarakat yang menyambut baik hasil kreasi game anak bangsa ini. Developer
game ini menyasar berbagai pangsa pasar, seperti game Infectonar Survivors,
game buatan Toge Production yang menyasar pasar steam, kemudian ada Tahu Bulat
game buatan Own Games yang menyasar pengguna Android. Namun dari beberapa
pangsa pasar yang dibidik oleh developer game Indonesia lebih banyak mengarah
pada pengguna Android lewat toko aplikasi Playstore. Mulai bermunculan game-game
buatan anak Indonesia yang berada pada top chart playstore Indonesia dengan
berbagai kategori seperti contoh pada kategori gratis teratas ada game Tahu
Bulat, TTS Lontong, Tahu Bulat 2, Warung Chain, Tebak Gambar. Dibalik semua
kesuksesan yang diraih oleh developer game Indonesia pasti ada faktor-faktor
yang mempengaruhinnya. Siapa tidak mengenal game Tahu Bulat, game yang
fenomenal ini. Berdasar kutipan dari Techin Asia ID 25 Mei 2016 ada beberapa
faktor yang mempengaruhi kesuksesan dari game tahu bulat antara lain pemilihan
tema awal yang tepat. Memang pada waktu itu di Indonesia melalui media sosial
sedang demam akan penjual tahu bulat yang dijadikan meme melalui slogan
penjualnya “Tahu Bulat digoreng dadakan”. Adapun juga faktor lainnya yang tidak
kalah penting pemilihan genre, genre casual memang pada saat itu sedang
banyak-banyaknya game dengan genre casual atau sering disebut tipe clicker. Meskipun
dibuat kurang lebih hanya 2 minggu namun dalam kurun seminggu saja jumlah
downloadnya sudah mencapai 100.000 sampai 500.000, itu merupakan hasil yang
menggembirakan bagi developer game Indonesia.
Sumber : google.com
Pada waktu itu Tahu Bulat
mengalahkan game Clash of Clans dan menempati posisi pertama dalam game gratis
terlaris Playstore, yang ketika itu game terlaris sedang dikuasai oleh game
Clash of Clans. Selain Tahu Bulat yang kini sudah memperoleh 5jt sampai 10 jt
download, ada game pendahulunya yang meraih sukses dan berada pada deretan top
gratis teratas yaitu game Tebak Gambar. Game yang dirilis pada 8 november 2013 ini
masih eksis sampai sekarang, dengan gambar yang ringan dan teka-teki yang dapat
mengasah otak membuat pemainnya menjadi kecanduan dan selalu ingin memainkan
game ini kembali. Menurut artikel yang dilansir dari website dunia games
tanggal 28 februari 2017, game yang dibuat oleh 2 orang ini bermula dari salah
satu anggota yang terispirasi sebuah majalah yang berisi tebak-tebakan gambar
diwaktu kecilnya. Game ini simpel namun penuh dengan teka-teki yang dapat
mengasah kemampuan otak pemainnya, inilah yang menjadi inti mengapa game Tebak
Gambar ini menjadi populer dan menempati top gratis game terpopuler di
Playstore selama berbulan-bulan. Meskipun gambar yang dipakai terbilang
sederhana, jika jalan cerita sebuah game bagus, maka kemungkinan untuk diminati
banyak orang akan lebih terbuka lebar. Selain itu faktor yang mempengaruhi game
Tebak Gambar ini, menurut saya pribadi adalah faktor konsistensi dalam update
game secara berkala. Pemain akan merasa bosan ketika konten-konten yang ada
dalam game statis dan tidak ada penambahan sehingga pemain akan cepat bosan dan
tidak memainkan game kembali. Faktor konsistensi update konten inilah yang
masih menjadi daya tarik game Tebak Gambar saat ini, meskipun tidak sepopuler
pada tahun 2013 lalu ketika masih awal-awal masa perilisan game ini.
Namun dari
kesusksesan yang diperoleh developer lewat karya game yang dibuatnya, pasti ada
waktunya dimana game tersebut akan mengalami titik redup dan berkurangnya
jumlah pemain, meskipun ada fitur baru yang ditambahkan lewat update
terbarunya. Hal yang biasa dilakukan ketika sebuah game sudah mengalami titik
redup adalah dengan membuat game baru atau game sekuel dari game yang
sebelumnya. Seperti yang dilakukan oleh Own Game dengan membuat game baru
ketika Tahu Bulat mengalami penurunan pemain, adapun Tebak Gambar yang membuat
Si Udin : Puzzle 5 Dasar, ataupun Toge yang membuat Infectonator Hot Chase, ataupun Infectonator Survivors.
Selain untuk menarik kembali minat pemain untuk memainkan game buatan
developer, membuat game baru adalah cara untuk mempertahankan kepercayaan
pemain terhadap developer tersebut. Namun tidak selalu cara ini medapat respon
yang sama seperti game pendahulunya yang mampu meraup download yang fantastis. Ini
yang dialami Own Games yang membuat game Nasi Goreng dan Abang Tahu Bulat,
antusias pemain masih banyak namun belum seheboh game Tahu Bulat. Namun tidak
menutup kemungkinan game Tahu Bulat 2 yang belum lama ini dirilis oleh Own
Games mampu menyamai bahkan melampaui game Tahu Bulat. Dengan pencapaian menggembiarakan
yang diraih oleh developer Indonesia ini semoga menjadi pemicu bagi
developer-developer Indonesia lainnya kelak. Hal inilah yang menjadikan
motivasi Squarstudio yang merupakan studio game inkubasi dari gametech unika
progdi sistem informasi untuk menjadi developer Indonesia yang dapat meraih
kesuksesan yang fantatis seperti kisah sukses developer Indonesia yang telah
meraihnya. Dan semoga game baru yang sedang dikerjakan oleh Squarstudio ini dapat menyamai ataupun bahkan melampaui game-game buatan developer Indonesia yang telah sukses sebelumnya. Wahyu Febriyanto - Squarstudio
Sumber : google.com
Wednesday, March 29, 2017
Jomblo? Dibuat keren aja dengan game Jomblo Keren!

Semarang, 26 Maret 2017 – Raxeon kembali
meluncurkan game terbaru mereka di
Google Play yang berjudul “Jomblo Keren”.
“Jomblo Keren” adalah mobile games
dari Raxeon dengan genre simulasi
yang menceritakan tentang kehidupan seorang mahasiswa yang memilih untuk hidup
jomblo selama ia kuliah. Di game ini,
pemain akan dihadapkan dengan banyak persoalan yang biasa dialami oleh
mahasiswa sehari-harinya, seperti pilihan untuk membolos kelas, bahkan soal
percintaan!
Gameplay dari “Jomblo Keren” cukup mudah
karena pemain hanya perlu melakukan tap
pada salah satu jawaban yang ada. Namun pemain tidak bisa asal memilih, karena
setiap pilihan memiliki konsekuensinya masing-masing.
Terdapat
empat status utama pada game ini,
yaitu Perasaan, Sosial, Akademis, dan Keuangan. Hasil akhir dari status ini
berguna untuk menentukan layak tidaknya pemain untuk maju ke level selanjutnya.
Misi utama
dari game “Jomblo Keren” yaitu memperoleh
nilai akademis yang bagus selama kuliah, memiliki finansial yang cukup, serta banyak
relasi. Untuk mencapai itu semua, tugas dari pemain adalah untuk tetap
men-jomblo selama kuliah serta menjaga keseimbangan ke empat status lainnya. Pemain
juga harus segera menyelesaikan level
yang telah dipilih, batas waktu pemain hanya 50 minggu! Lebih dari itu?
Permainan akan berakhir. Ibaratnya, “kamu
ngapain aja selama kuliah?”.
“Jomblo
Keren” memiliki beberapa fitur, diantaranya adalah sistem pencapaian. Sistem
pencapaian berguna untuk mencatat sudah sejauh mana kisah kalian berjalan.
Selain itu, terdapat empat mahasiswi yang dapat didekati oleh pemain selama
kuliah. Pilihan pemain akan menentukan ending
dari game ini!
Untuk dapat bermain “Jomblo Keren”, pastikan
Android kamu adalah versi 4 keatas.
Download game nya di Google Play:
Trailer Jomblo Keren
Raxeon sendiri adalah sebuah indie game developer dari program studi Sistem Informasi UNIKA Soegijapranata Semarang yang berfokus pada mobile games dan sudah beberapa kali merilis game mobile seperti "Sahurak?" dan "Amame Quiz".
Monday, March 27, 2017
Squarstudio, Start-Up Inkubasi Progdi Sistem Informasi Kembali Release Game Perjuangan Semangka
Tak puas dengan tiga game yang sudah di release, kali ini Squarstudio kembali merelease game terbarunya yang berjudul Perjuangan Semangka. Sedikit berbedan dengan beberapa game yang sebelumnya. Dalam game Perjuangan Semangka terdapat banyak tantangan dengan tokoh utama Semangka. Terdapat 30 level dengan tantangan yang berbeda.
Setiap permainan memiliki kesulitannya sendiri. Dalam game ini, pemain diminta untuk fokus dan teliti. Namun tantangan dalam game ini tidak membuat pemain menjadi tegang karena setiap tantangan dapat diselesaikan dengan menyenangkan.
Penasaran dengan game ini??
Yuk langsung download disini
Setiap permainan memiliki kesulitannya sendiri. Dalam game ini, pemain diminta untuk fokus dan teliti. Namun tantangan dalam game ini tidak membuat pemain menjadi tegang karena setiap tantangan dapat diselesaikan dengan menyenangkan.
Penasaran dengan game ini??
Yuk langsung download disini
Monday, March 13, 2017
KULIAH UMUM dengan Prof Chen-lun Hung dari Universitas Providence Taiwan
Setiap semester pada awal kuliah, Fakultas Ilmu Komputer selalu mengadakan kuliah umum yang bertujuan
untuk menselaraskan antara kajian teori yang dikembangkan dikelas pada saat
perkuliahan dengan realitas dunia kerja serta mengetahui perkembangan teknologi
IT saat ini. Kuliah umum biasanya menghadirkan pembicara baik dari praktisi
maupun dari pakar.
Pada semester genap 2016/2017
ini kuliah umum Fakultas Ilmu Komputer menghadirkan pakar Teknologi “BIG DATA” dari
Universitas Providence Taiwan. Prof Che-Lun
Hung Ph.D mempunyai reputasi luar biasa dalam teknologi BIG DATA. Hal ini
terlihat dalam banyaknya tulisan Prof Chen di jurnal mapun proceding ilmiah internasional
bereputasi. Usia yang masih relatif muda tetapi sudah menghasilkan lebih dari 100 tulisan
ilmiah. Salah satunya adalah tentang algoritma UPGMA Pararel, Pemakaian GPUs, Deep Learning menggunakan CUDA
dan lain sebagainya.
Kuliah umum diadakan
di Gedung Theater Thomas Aquinas Universitas Katolik Soegijapranata pada
tanggal 6 Maret 2017, dengan judul "Implementasi Big Data" dihadiri
oleh sebagian mahasiswa Ilmu Komputer. Acara kuliah umum ini di buka oleh Dekan
Fakultas Ilmu Komputer, kemudian dilanjutkan kuliah umum yang di moderatori
oleh Dr. Benardinus Harnadi.
Dalam kuliah umum tersebut,
Prof Chen-lun Hung memamaparkan bahwa big data sangat berperan penting dalam
setiap aspek, Big data sendiri adalah tindakan pengumpulan dan penyimpanan
informasi yang besar untuk analisis. data tersebut adalah data terstruktur
maupun data yang tidak terstruktur seperti gambar, video dan informasi-informasi
lain. Data-data ini disimpan di server kemudian dianalisis menggunakan
metode-metode tertentu untuk mendapatkan suatu keputusan. Salah satu platform yang populer digunakan adalah platform CUDA. CUDA adalah platform pararel komputasi
dan aplikasi pemrograman interface pada GPU. Platform ini dibuat oleh NVDIA,
salah satu industri yang berkecimpung dalam pengolahan grafis. Sedangkan contoh implementasi big data adalah implementasi mobil cerdas dan prediksi kecenderungan
orang dalam berbelanja suatu barang,dan lain sebagainya
Acara kuliah umum
dilanjutkan pertemuan dengan fakultas untuk membicarakan kemungkinan-kemungkinan
kerjasama antara providence dengan F.IKOM. hasilnya adalah didapatkan beberapa
kerjasama seperti riset bersama menggunakan Teknologi BigData untuk medis dan
game serta pemakaian IOT dan kemungkinan kuliah di providence selama 1 tahun.
squarstudio, start-up inkubasi progdi sistem informasi rilis game terbarunya
Squarstudio merupakan start-up inkubasi dari program studi sistem informasi yang terlahir sejak
bulan agustus tahun 2016, bermula dari empat orang mahasiswa yang memiliki satu
visi untuk menciptakan sebuah start-up dibidang game developer yang fokus di
Semarang terlebih dahulu. Berangkat dari jurusan yang memang dari
gametechnology serta hobi dalam bidang game,keempat pemuda ini dapat dibilang
nekat dalam menggeluti industri game ini. Namun dengan tekat yang mantap kini
squarstudio dapat memproduksi beberapa mini game, diantaranya froggie jump
serta sky jump ninja. Game developer yang bermarkas di gedung henricus constant
lt 8 unika soegijapranata ini selama 6 bulan ini telah memproduksi 7 game yang
kebanyakan bergenre arcade, namun yang sudah dapat didownload baru tiga game
saja, termasuk game kick the zombies ini. Selain kedua game tersebut baru-baru
ini squarstudio merilis game terbarunya yang berjudul squarteam: kick the zombies.
Membayangkan game zombie identik dengan menakutkan dan penuh darah, namun game
squarteam: kick the zombies ini mengadaptasi gambar yang tidak begitu seram
layaknya game bertemakan zombie lainnya. Dengan mengusung tema grafis simple
fun zombies, diharapkan membuat pemain merasa nyaman dengan grafis yang
disuguhkan game ini. Game yang mengangkat cerita zombie ini, menceritakan empat
sekawan team squar yang berusaha melarikan diri dari serangan zombie-zombie
yang mengamuk. Setelah sebelumnya tempat yang mereka gunakan untuk berlindung
dihancurkan para zombie. Maka dari itu team squar harus mencari tempat
berlindung yang baru agar terhindar dari infeksi para zombie. Empat karakter
utama dalam game ini yaitu godzilla, doers, leona, serta veinz. Karakter
tersebut memiliki efek animasi yang berbed-beda, selain empat karakter utama,
terdapat zombie-zombie yang memiliki skill yang berbeda-beda. Game kick the
zombie ini merupakan game ketiga squarstudio yang sudah release di playstore
dan amazon appstore, setelah sebelumnya game froggie jump serta sky jump ninja
yang terlebih dahulu hadir di kedua appstore tersebut. Game ini rencananya akan
dibuat cerita lanjutannya dalam pengembangannya kedepan. Mungkinkah squarteam
menemukan tempat berlindung mereka yang baru serta dapatkah squarteam
menyelamatkan diri dari infeksi para zombie? Temukan jawabannya di Squarteam:
Kick The Zombie! Unduh sekarang lewat playstore dan amazon appstore sekarang!Download Squarteam: Kick The Zombies Playstore atau Amazon Appstore











































