Sistem Informasi Unika Soegijapranata

Meramu Teknologi Informasi dan Bisnis dalam Masa Depan Generasi Muda, Hasilkan Solusi untuk Bangsa

Tiga Karya Ilmiah di Tingkat Internasional

Selalu ada semangat, percaya diri, dan energi yang luar biasa di dalam setiap karya yang dihasilkan oleh mahasiswa dan mahasiswi Game Technology Unika

Game Perjuangan

10 November di Surabaya, Pertempuran Medan Area, Serangan Umum 1 Maret, Bandung Lautan Api, Palagan Ambarawa, dan Pertempuran 5 Hari di Semarang

GameTech @ Unika Soegijapranata

Kombinasi Programmer, Entrepreneur, dan Teknologi Game untuk hasilkan berbagai karya bagi tanah air (Pendidikan, Pariwisata, Kebudayaan, Kesehatan, dll)

GameTech @ Unika Soegijapranata

Erdhi Widyarto N, MT - Bernardinus Harnadi, MT - T. Brenda Ch, MT - Dr. Ridwan Sanjaya - Risa Farrid C, MT - FX Hendra Prasetya, MT - Yulianto Tejo P, MT

Gabung sebagai Teman

Klik http://facebook.com/GameTechUnika dan ikuti informasi-informasi terbaru di GameTech Unika Soegijapranata

Perkembangan Industri Kreatif Game

Bukan hanya pemain lokal, industri game kelas dunia juga ikut menanamkan usahanya di Indonesia!

Tuesday, February 28, 2017

GameTech Unika Fasilitasi Bisnis Rintisan (Start-up)

Beberapa game karya mahasiswa dan alumni GameTech di Google Play

Unika Soegijapranata merupakan salah satu kampus yang memiliki program S-1 Game Technology dan didukung oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sejak pada awal pendiriannya. Pada awal pendiriannya di tahun 2012, tercatat 46 mahasiswa mendaftar di jurusan ini dengan 26 mahasiswa memperoleh Beasiswa Unggulan dari Kemendikbud. Hingga tahun 2015, Kemendikbud masih memberikan Beasiswa Unggulan untuk mahasiswa yang mengambil jurusan ini. 
Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab terhadap beasiswa tersebut, pengelola Game Technology mendorong dan memfasilitasi berbagai bentuk kewirausahaan mahasiswa seperti contohnya usaha produksi game Android yang dijual melalui app store maupun digali pendanaannya melalui iklan. Selain itu, juga usaha pembuatan game yang semakin banyak dipesan oleh masyarakat untuk berbagai kepentingan.
Pada salah satu sudut kantor pengelola program S-1 Game Technology, terdapat ruang inkubasi bisnis yang dilengkapi dengan beberapa komputer. Ruang tersebut memfasilitasi mahasiswa dan alumni yang ingin mengembangkan minatnya dalam mengembangkan bisnis di bidang Game. Proses pembuatan bahkan brainstorming terkait dengan ide, produksi, sampai dengan pemasaran dapat dilakukan di sana. Bahkan beberapa dosen juga sering menyambangi untuk mengajak berdiskusi mengenai pengembangan bisnis dan prospek klien yang bisa dibidik.
Saat ini, terdapat beberapa freelancer dan dua kelompok bisnis rintisan (start-up) yang berkarya melalui cara ini. Lokasi ruang inkubasi bisnis yang berada di dalam kampus cukup menguntungkan mahasiswa Game Technology karena mereka dapat langsung melihat dan bergabung jika memiliki minat yang sama. Beberapa produk game yang diluncurkan melalui app store dapat dilihat melalui Google Play maupun Amazon App Store. Karya-karya aplikasi permainan dari SquarStudio seperti Froggie Jump dan Sky Jump Ninja dapat diunduh melalui http://bit.ly/squarstudio, sedangkan karya-karya Raxeon seperti SahuRak? dan Tap o Sleep dapat diunduh melalui http://bit.ly/raxeonstudio. Permainan yang dihasilkan oleh mahasiswa lainnya bisa dicari melalui http://bit.ly/unikagame.
Gunawan, Wahyu, dan Leocadia dari SquarStudio di ruang inkubasi bisnis

Menurut Leocadia salah satu pendiri SquarStudio, dukungan kampus melalui penyediaan ruang inkubasi bisnis ini sangat membantu mereka yang belum mempunyai modal di awal namun memiliki tekad untuk berbisnis. Berkat dukungan tersebut, masalah permodalan dan biaya operasional tidak lagi dikhawatirkan sehingga dirinya bisa fokus untuk memperbanyak produksi.
Sedangkan menurut Andrew yang merupakan salah satu pendiri Raxeon, kesempatan dari kampus untuk magang di berbagai start-up Game telah membuka matanya untuk mengembangkan bisnis ini meskipun belum lulus. Dia berharap setelah lulus, bisnis yang dirintisnya makin dapat berkembang dengan dukungan lingkungan yang suportif di kampusnya.
Dr. Bernardinus Harnadi menyampaikan bahwa program S-1 Game Technology memiliki DNA kewirausahaan sejak dilahirkan. Sehingga pihaknya selalu mendukung kreatifitas mahasiswa dalam pengembangan talenta di bidang bisnis. Sedangkan output game yang memilih bidang edukasi merupakan bagian dari niatan jurusannya untuk mengambil bagian dalam pengembangan pendidikan melalui karya-karya game yang dihasilkan.
Semoga niat yang baik ini dapat terwujud. Amin.

Thursday, February 16, 2017

SquarStudio, Start-Up Alumni GameTech Luncurkan Game Sky Jump Ninja




Squarstudio baru saja mempublish game terbarunya yang berjudul “Sky Jump Ninja”. Masih sama seperti “Froggie Jump”, untuk memainkan “Sky Jump Ninja” pemain hanya diminta untuk membuat ninja terus melompat dan menghindari suriken yang secara tiba-tiba muncul dan menjadi halangan agar sang ninja jatuh dan kalah. Ninja diminta untuk mengumpulkan diamond dan coin sebanyak mungkin. Coin yang di dapat akan membantu pemain untuk terus melanjutkan game dan memperoleh score tertinggi. Selain itu fitur lain yang ada dalam game ini adalah pergantian set lokasi yang dapat setiap saat diganti.

Ayo download sekarang Sky Jump Ninja disini 














Thursday, December 29, 2016

Froggie Jump, Game Seru Buatan Alumni GameTech


Froggie Jump adalah game bergenre arcade yang dikembangkan oleh Squarstudio yang dirilis pada tanggal 14 November 2016 yang lalu. Seperti judulnya, game ini menceritakan tentang seekor katak yang melompati daun teratai. Dengan adanya sistem timer, selain teliti ketika melewati daun, pemain juga harus bergerak dengan cepat agar tidak kehabisan waktu. Salah satu fitur dari game ini adalah dengan adanya fitur untuk mengganti skin katak dengan kostum-kostum khusus. Ada banyak kostum yang dapat digunakan oleh sang katak dan dapat diganti setiap saat. Untuk memperingati hari Natal, Froggie Jump juga memiliki tema natal yang membuat katak akan melompat diatas balok es.
Yuk, mainkan keseruan dari Froggie Jump.

Tertarik mencoba?

Froggie Jump dapat diunduh disini







Saturday, November 26, 2016

Saturday, May 16, 2015

Kembangkan Inspirasi, Pembuat Game Kemah di Kopeng

Kembangkan Inspirasi, Pembuat Game Kemah di Kopeng

SEMARANG, suaramerdeka .com – Jurusan Game Technology Unika Soegijapranata menyelenggarakan kegiatan yang dinamai Game Development Camp atau kemah para pembuat game di Kopeng Salatiga.

Acara yang diselenggarakan selama tiga hari ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Game Technology Unika Soegijapranata dan perwakilan dari Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta dengan mengangkat tema pariwisata sebagai produk luarannya.

Peserta dituntut untuk menyelesaikan pembuatan game berbasis Android sambil menyatu dengan alam pegunungan di daerah Kopeng. Pembuatan game diawali dengan pengembangan konsep game, pembuatan materi grafis, perancangan peta permainan, dan berlanjut sampai dengan pembuatan program.

Setiap game diselesaikan oleh satu kelompok yang terdiri dari 3 anggota dan berakhir pada hari ketiga acara kemah. Menurut Daniel Sigit, presiden Game Club Unika Soegijapranata, acara ini keluar dari mainstream yang umumnya untuk membuat program dilakukan di laboratorium atau tempat yang lengkap dengan hardware pendukung dan koneksi internet.

“Kami menerapkan slogan jurusan yaitu Brilliant, Innovative, and Confident melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif,” kata Daniel Sigit dilansir dari rilis yang dikirim, Selasa (28/4).

Irwanto, satu peserta dari mahasiswa semester 4 Universitas Binus Jakarta, menyatakan rasa senangnya bisa terlibat dalam acara tersebut. “Jika ada kesempatan lagi, saya berharap dapat ikut lagi pada tahun depan,” lanjutnya.

Selain pembuatan program, acara kemah juga diisi dengan pembagian doorprize dari sponsor dan ice breaking. Dosen juga memberikan penilaian, pendapat, dan masukan untuk setiap proyek yang dikerjakan oleh para peserta. Setiap proyek yang dianggap memiliki kelebihan dan memenuhi kategori game yang ditentukan, mendapatkan hadiah dari panitia.

Menurut Dr. Ridwan Sanjaya, Wakil Rektor bidang Akademik, acara ini merupakan salah satu kegiatan akademis yang dikemas secara unik oleh jurusan Game Technology Unika Soegijapranata. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin seperti halnya Festival Game yang selalu diselenggarakan setiap tahun.

(Puthut Ami Luhur/CN34/SM Network)

Sumber : berita.suaramerdeka.com

 

Mahasiswa Unika Buat Game Sembari Camping

SEMARANG - Mahasiswa Game Technolgy Unika Soegjapranata membuktikan bahwa untuk membuat sebuah game tidak harus berada di dalam laboratorium komputer. Akhir pekan lalu mereka menyelenggarakan kegiatan yang dinamai Game Development Camp atau kemah para pembuat game di Kopeng Salatiga.

Acara yang diselenggarakan selama tiga hari ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Game Technology Unika Soegijapranata dan perwakilan dari Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta dengan mengangkat tema pariwisata sebagai produk game yang dibuat.

“Peserta dituntut untuk menyelesaikan pembuatan game berbasis Android sambil menyatu dengan alam pegunungan di daerah Kopeng. Pembuatan game diawali dengan pengembangan konsep game, pembuatan materi grafis, perancangan peta permainan, dan berlanjut sampai dengan pembuatan program,” ucap wakil Rektor Bidang Akademik Unika, Dr Ridwan Sanjaya dalam Rilisnya yang dikirm ke Tribun Jateng, Senin (27/4/2015).

Ia menambahkan acara ini merupakan salah satu kegiatan akademis yang dikemas secara unik oleh jurusan Game Technology Unika Soegijapranata. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin seperti halnya Festival Game yang selalu diselenggarakan setiap tahun.

” Di sini kami menerapkan slogan jurusan yaitu Brilliant, Innovative, and Confident melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif,” Imbuhnya.

Sementara itu, Presiden game club Unika, Daniel Sigit, menjelaskan setiap game diselesaikan oleh satu kelompok yang terdiri dari 3 anggota dan berakhir pada hari ketiga acara kemah.

“Acara ini keluar dari mainstream yang umumnya untuk membuat program dilakukan di laboratorium atau tempat yang lengkap dengan hardware pendukung dan koneksi internet,” paparnya.

Salah satu peserta, Irwanto, dari Universitas Binus Jakarta, menyatakan rasa ketertarikannya bisa terlibat dalam acara tersebut. “Jika ada kesempatan lagi, saya berharap dapat ikut lagi pada tahun depan,“ lanjutnya.

Menurutnya, membuat game di luar laborat dan tanpa koneksi internet memiliki tantangan tersendiri. Selain itu, ia juga mengaku berbaur dengan alam menambah inspirasi dalam menyelesaikan game nya.

Selain pembuatan program, acara kemah juga diisi dengan pembagian doorprize dari sponsor dan ice breaking. Dosen juga memberikan penilaian, pendapat, dan masukan untuk setiap proyek yang dikerjakan oleh para peserta. Setiap proyek yang dianggap memiliki kelebihan dan memenuhi kategori game yang ditentukan, mendapatkan hadiah dari panitia. (*) Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

Sumber : Tribun Jateng

 

Unika Pacu Kreativitas Mahasiswa

SM040515 Unika Pacu Kreativitas Mahasiswa

SEMARANG - Jurusan Game Technology Unika Soegijapranata, baru-baru ini menyelenggarakan acara Game Development Camp atau kemah pengembang game selama tiga hari di Kopeng, Salatiga. Acara yang diikuti seluruh mahasiswa Game Technology Unika Soegijapranata dan perwakilan dari Universitas Bina Nusantara Jakarta itu, mengangkat tema pariwisata.

Selama tiga hari peserta dituntut menyelesaikan proyek permainan berbasis Android, sambil menyatu dengan alam pegunungan di daerah Kopeng. Pembuatan proyek diawali dengan pengembangan konsep permainan, membuat grafis, mendesain peta permainan, dan berlanjut hingga proses pembuatan program.

Dikemas Unik

Setiap proyek diselesaikan oleh satu kelompok yang terdiri atas tiga anggota dan berakhir pada hari ketiga acara kemah. Irwanto, salah satu peserta dari mahasiswa semester IV Universitas Bina Nusantara Jakarta, menyatakan rasa senangnya bisa bergabung dalam acara tersebut. ‘’Jika ada kesempatan lagi saya berharap dapat ikut pada tahun depan,’’katanya.

Selain pembuatan program, acara kemah juga diisi dengan pembagian hadiah lawang(doorprize)dari sponsor dan ice breaking. Dosen memberikan penilaian, pendapat, dan masukan untuk setiap proyek yang dikerjakan peserta. Setiap proyek yang dianggap memiliki kelebihan dan memenuhi kategori gim yang ditentukan, mendapat hadiah dari panitia.

Menurut Wakil Rektor bidang Akademik Dr Ridwan Sanjaya, acara ini merupakan salah satu kegiatan akademik yang dikemas secara unik. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin seperti halnya festival gim yang selalu diselenggarakan setiap tahun. (D9-37)

Tuesday, February 24, 2015

Mahasiswa GameTech Unika Terbitkan Buku

Mahasiswa GameTech Unika Terbitkan Buku SM230215

Mahasiswa GameTech Unika Terbitkan Buku

SEMARANG – Program S-1 GameTech Unika Soegijapranata selalu meloloskan beberapa karya mahasiswa ke International Conference dan karya game ke kompetisi pemprograman nasional.

Kini mereka membuat karya yang dapat dibaca secara nasional. Mudah Membuat Game dan Potensi Finansialnya dengan Unity 3D adalah buku terbaru karya Andre Kurniawan, Baskara Arya dan Dr Ridwan Sanjaya. Mereka berasal dari program S-1 Game Technology Unika Soegijapranata.

Dua penulis pertama masih mahasiswa semester II saat memulai menulis buku. Menurut Andre, kendala yang dihadapi antara lain karena terbilang masih pemula dalam penulisan, sehingga mereka harus tetap belajar menulis dengan penyampaian yang menarik. Selain itu, adanya kesibukan pribadi sehingga jarang bertemu.

Membagi Tugas

Komunikasi lebih banyak melalui email, kecuali saat penyelesaian akhir yang harus bertemu secara intensif. Kendala yang lain, seringkali beberapa detail langkah teknis terlewatkan dibahas oleh mereka berdua, karena ada anggapan kalau pembaca sudah paham.

”Kami bertiga saling membagi tugas saat proses penulisan buku ini. Baskara Arya fokus dalam mempelajari tips dan trik dalam software Unity, saya menulis sisi teknis yang dibuat oleh Baskara Arya.

Kemudian Pak Ridwan sebagai dosen pembimbing kami memperbaiki tulisan dan menambahkan detail-detail teknis yang terlewat dalam penulisan buku. Setiap bab seperti itu sampai akhirnya tercipta enam bab,” ungkap Andre dalam rilis yang dikirim ke Suara Merdeka, kemarin.

Harapan mereka, buku tersebut bisa menjadi sumber ilmu dan informasi bagi masyarakat, terutama bagi yang masih awam dalam pembuatan game. Buku tersebut juga bisa menjadi pelengkap dalam workshop pembuatan game yang sering diselenggarakan oleh program studi. (D9-37)

sumber : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/mahasiswa-gametech-unika-terbitkan-buku/

Saturday, January 10, 2015

Mahasiswa GameTech Unika Ikuti Program Pertukaran ke Thailand

SEMARANG, suaramerdeka.com - Empat mahasiswa Game Technology Unika Soegijapranata terpilih untuk dikirim mengikuti pertukaran pelajar di Assumption University of Thailand. Kampus yang berlokasi di kota Bangkok ini merupakan universitas internasional pertama di Thailand dengan jumlah mahasiswa asing terbesar di Thailand.

Keempat mahasiswa tersebut akan berangkat dalam dua semester yang berbeda. Dua mahasiswa yang akan berangkat pada Januari 2015 adalah Theofilius Todo Chandra dan Denny Gunawan. Sedangkan dua mahasiswa berikutnya yang berangkat pada semester akan datang adalah Stephani Inggrit dan Viena Patrisiane.

Menurut Kaprodi Sistem Informasi & Game Technology Brenda Chandrawati, MT, pengiriman mahasiswa untuk pertukaran pelajar merupakan salah satu program yang dirancang oleh program studinya agar mahasiswa mendapatkan pengalaman dan wawasan yang lebih luas. Bernardinus Harnadi, MT, salah satu dosen prodi yang studi S3 di sana, akan menangani membantu mahasiswa beradaptasi pada awal di sana hingga sampai dengan perkuliahan dimulai.

Pemilihan Assumption University sebagai salah satu tempat studi dalam pertukaran pelajar kali adalah kredibilitas universitas yang telah terkenal baik dengan komunitas mahasiswa internasional yang besar. Sehingga mahasiswa dapat semakin memperluas wawasannya dalam dunia internasional. Sekembalinya ke kampus, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif untuk teman-temannya.

Kepala International Office Unika Soegijapranata Kartika Puspa Dwiana, MTP, juga menginformasikan bahwa kerjasama dengan Assumption University telah lama dilakukan dalam bentuk magang penelitian dan penyelenggaraan seminar internasional bersama. Kegiatan tersebut secara rutin telah dilaksanakan dan secara reciprocal. Sehingga bukan hanya mahasiswa Unika saja yang ke Assumption University, tetapi juga sebaliknya.

Sumber:

Sunday, December 21, 2014

Pengalaman Tak Ternilai di Thailand

Elearning Conference

Inset: Vania Wahyu, Okky Octavia, Nathasia Austin

Pada tanggal 12-13 Desember 2014, ketiga mahasiswa Game Technology Unika Soegijapranata mempresentasikan karya ilmiahnya di Thailand. Ketiganya adalah Nathasia Austin dan Vania Wahyu yang merupakan mahasiswa semester 5 serta Okky Octavia yang merupakan mahasiswa semester 3. Menurut Kaprodi Sistem Informasi & Game Technology, T. Brenda Chandrawati, MT, pengiriman karya ilmiah ke prosiding dan jurnal internasional merupakan aktivitas tahunan di program studi ini. Beberapa diantaranya yang mendapatkan kesempatan akan berangkat mempresentasikan karyanya di luar negeri. Ke depannya, Brenda mengharapkan akan makin banyak lagi yang berkesempatan mempresentasikan idenya di lingkungan internasional.

Nathasia Austin dan Vania Wahyu mempresentasikan karya ilmiahnya yang terkait dengan hasil observasi mengenai game pendidikan untuk kewirausahaan sekolah (lihat berita sebelumnya) sedangkan Okky Octavia mempresentasikan visualisasi ilmiah melalui desain grafis. Ketiganya merasakan mendapatkan kesempatan yang luar biasa dapat mempresentasikan ide-idenya di hadapan akademisi dan praktisi dari berbagai negara. Pertanyaan dan saran yang didapatkan merupakan pengalaman yang tak ternilai. Menurut Okky, pengalaman internasional pertamanya ini akan menjadi sesuatu yang berharga dan bisa di-sharing-kan kepada teman-temannya.

“Meski awalnya ragu-ragu karena merupakan pengalaman internasional saya yang pertama, ternyata banyak professor di dalam ruang presentasi sangat menyambut baik. Bahkan ada beberapa masukan yang diberikan ikut mengubah cara pandang saya terhadap beberapa hal menjadi lebih luas. Bagi saya, kesempatan dan pengalaman ini sungguh tak ternilai,” kata Okky. “Apalagi acara yang diikuti oleh 18 negara ini merupakan konferensi yang didukung oleh lembaga-lembaga ilmiah yang terkemuka,” tambahnya.

Sunday, December 14, 2014

Tiga Mahasiswi Game Tech Presentasi ke Thailand

Suara Merdeka (Edukasia), 12 Desember 2014

SM-12-12-2014 SEMARANG – Sebagai bagian dari penelitian Dikti yang dilakukan bersama dosen Unika Soegijapranata, tiga mahasiswi Program Studi Sistem Informasi & Game Technology berhasil meloloskan tiga karya ilmiah dalam Konferensi Internasional Ke-11 dalam Pembelajaran Elektronik untuk Masyarakat berbasis Pengetahuan.

Karya ilmiah ini akan dipresentasikan di Siam Technology College, Bangkok, Thailand, 12-13 Desember 2014. Acara yang rutin diadakan setiap tahun itu kali ini diikuti 18 negara.

Transformasi Ide

Tiga karya ilmiah yang dipresentasikan mahasiswa adalah ”Idea Development on Games of Education for School’s Entrepreneurship Sustainability (Pengembangan Ide Game Pendidikan untuk Keberlangsungan Kewirausahaan Sekolah)” yang ditulis Vania Wahyu, ”Teachers’ Interest in Entrepreneurship of Educational Game (Ketertarikan Guru pada Kewirausahaan Game Pendidikan)” ditulis Nathasia Austin, dan “Scientific Visualization through the Graphic Design (Visualisasi Ilmiah melalui Desain Grafis)” ditulis Okky Octavia.

Menurut Kaprodi Sistem Informasi & Game Technology Brenda Chandrawati MT dalam rilis kepada Suara Merdeka, kemarin, Vania dan Nathasia terlebih dahulu mengobservasi ketertarikan guru dalam pengembangan game edukasi di sekolah serta dampaknya pada pengembangan ide-ide untuk game edukasi di sekolah.

Sementara Okky akan membahas transformasi ide-ide ilmiah ke dalam bentuk desain grafis. Mahasiswi semester III itu memaparkan, sebuah ide harus dapat divisualkan dengan menggunakan dasar-dasar pemikiran yang ilmiah. (D9-37)

Sumber: Suara Merdeka Cetak

 

Tiga Mahasiswi GameTech Unika Loloskan Karya Ilmiah di Thailand

Suara Merdeka Online, 11 Desember 2014

Foto: suaramerdeka.com / dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Karya ilmiah tiga mahasiswi Program Studi Sistem Informasi dan Game Technology berhasil lolos dalam Konferensi Internasional ke-11 dalam Pembelajaran Elektronik untuk Masyarakat berbasis Pengetahuan di Thailand.

Ketiga karya ilmiah karya tiga mahasiswi tersebut akan dipresentasikan di Siam Technology College, Bangkok, Thailand pada 12-13 Desember 2014.

Menurut Kaprodi Sistem Informasi dan Game Technology Brenda Chandrawati MT, karya ilmiah tersebut sebagai bagian dari
penelitian Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI) yang dilakukan bersama dengan dosen Unika Soegijapranata.

“Tiga karya ilmiah yang dipresentasikan masing-masing adalah Idea Development on Games of Education for School’s Entrepreneurship Sustainability oleh Vania Wahyu, Teachers’ Interest in Entrepreneurship of Educational Game yang ditulis oleh Nathasia Austin dan Scientific Visualization through the Graphic Design ditulis oleh Okky Octavia,” katanya.

Acara rutin tahunan tersebut kali ini diikuti oleh 18 negara antara lain akademisi serta peneliti dari Inggris, Kanada,  Jerman, India, dan Singapura.

Vania dan Nathasia sambung Brenda, sebelum menulis karya ilmiah telah terlebih dahulu melakukan observasi mengenai ketertarikan guru dalam pengembangan game edukasi di sekolahnya. Serta dampaknya pada pengembangan ide-ide untuk game edukasi di sekolah masing-masing.

“Pelatihan pembuatan game untuk guru yang telah dilakukan pada awal tahun 2014 menjadi awal observasi yang dilakukan oleh kedua mahasiswi semester lima ini,” tambah Brenda.

Kemampuan guru dalam mempelajari dan mengembangkan game edukasi masih kata dia, merupakan cikal bakal kewirausahaan berbasis teknologi di sekolah, sedangkan Okky akan membahas mengenai transformasi ide-ide ilmiah ke dalam bentuk desain grafis. (Puthut Ami Luhur/ CN26 / SM Network)

Sumber: Suara Merdeka Online

Saturday, December 6, 2014

Jiwan: Game Kreasi Mahasiswa Unika Juarai BestAppsID

Suara Merdeka Online, 5 Desember 2014

jiwan

SEMARANG, suaramerdeka.com – Sebuah game petualangan diciptakan oleh tiga mahasiswa Sistem Informasi dan Game Technology Universitas Katolik Soegijapranata. Game bejudul Jiwan diciptakan oleh Irse Bagaskara, Gilang Pratama, dan Wahyu Febriyanto.

“Game ini bermaksud mengenalkan kepada anak-anak Indonesia mengenai budaya. Banyak game di playstore tapi belum ada yang mengenalkan budaya sendiri,” kata Irse saat ditemui di ruang Program Studi Sistem Informasi dan Game Technology Universitas Katolik Soegijapranata, Jumat (5/12).

Ia menjelaskan, game yang sementara masih terdiri dari tiga level sangat sederhana jika dibandingkan dengan game-game yang ada. Pada setiap level pemain mengumpulkan poin untuk mendapatkan clue untuk menebak jawaban yang merupakan budaya Indonesia.

“Game ini sebenarnya merupakan tugas project dari dosen tapi kemudian ada ajang BestAppsID di Bandung kami ikut sertakan. Ternyata kami terpilih dalam 10 besar dan meraih gelar Platinum,” tuturnya.

Irse dibantu oleh dua rekannya, Gilang Pratama dan Wahyu Febriyanto, berhak mendapatkan dana pembinaan Rp 10 juta. Selain itu, mereka berhak masuk dalam fase inkubator untuk dilatih sebagai wirausaha di bidang teknologi atau ITPreneurship.
(Puthut Ami Luhur/CN41/SMNetwork)

 

Jiwan, Game Kreasi Mahasiswa Unika Raih Platinum

SuaraMerdeka.TV, 6 Desember 2014

 

Sebuah game petualangan diciptakan oleh tiga mahasiswa Sistem Informasi dan Game Technology Universitas Katolik Soegijapranata. Game yang berjudul Jiwan ini diciptakan oleh Irse Bagaskara, Gilang Pratama, dan Wahyu Febriyanto. Ini terungkap dalam wawancara kami dengan ketiga mahasiswa berbakat itu di ruang Program Studi Sistem Informasi dan Game Technology Universitas Katolik Soegijapranata, Jumat (5/12).

Reporter & Kameraman: Puthut Ami Luhur
VO: Fadhil
Editor: Arief

Mahasiswa Unika Tontonkan game Ciptaannya (Foto: Sugeng Irianto)

Friday, December 5, 2014

Tiga Mahasiswa Unika Sabet Platinum Award

Suara Merdeka, 2 November 2014

SM-2-Nov-2014 SEMARANG – Tiga mahasiswa program, S-1 Game Technology Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata berhasil meraih juara platinum dalam ajang kompetisi BestAppsID. Ketiganya adalah Irse Bagaskara, Gilang Pratama, dan Wahyu Febriyanto.

Dengan begitu mereka mendapatkan dana pembinaan Rp 10 juta dan masuk dalam program inkubator untuk dibina menjadi IT startup atau wirausaha di bidang teknologi.

Perlombaan itu diselenggarakan oleh Indigo dan Telkomsel di Bandung pada tanggal 29-30 November 2014.

Acara dibuka oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Saat ini kompetisi tersebut telah menjadi rujukan kompetisi di bidang IT yang diselenggarakan di Indonesia. Setiap tahun menghasilkan berbagai IT entrepreneurs yang mampu berkontribusi bagi Indonesia.

Mahasiswa Game Technology Unika yang mengikuti kompetisi tersebut merupakan mahasiswa yang telah mengikuti kuliah IT Entrepreneurship sebelumnya. Sehingga ide dalam kuliah tersebut dapat dilanjutkan melalui kompetisi ini.

Pembinaan

Sementara, pembinaan yang bakal dijalani ketiga juara platinum itu sejalan dengan visi program S-1 Sistem Informasi & Game Technology Unika Soegijapranata. Yakni menghasilkan IT startup dari lulusannya.

Dosen mata kuliah pemrograman, Albertus Dwiyoga mengatakan, persaingan yang harus dilalui mahasiswanya bukanlah persaingan longgar.

Ada 1000 peserta dari berbagai kampus di Indonesia yang berkompetisi menghasilkan program dengan dukungan Google API dalam waktu 24 jam. Karya tim Irse yang berjudul Jiwan dan mengangkat tema Edukasi akan kebudayaan di Indonesia berhasil memikat juri acara prestisius tahunan di bidang teknologi informasi tersebut. (H89-87)

Sumber: Suara Merdeka Cetak

 

Mahasiswa Unika Raih Platinum Award di Ajang BestAppsID 2014

BANDUNG, suaramerdeka.com – Mahasiswa program S-1 Game Technology Unika Soegijapranata masuk dalam 10 terbaik dan meraih juara Platinum dalam kompetisi BestAppsID yang diselenggarakan oleh Indigo dan Telkomsel di Bandung pada tanggal 29-30 November 2014.

Irse Bagaskara, Gilang Pratama, dan Wahyu Febriyanto berhak mendapatkan dana pembinaan 10 juta rupiah dan masuk dalam program inkubator untuk dibina menjadi IT startup atau wirausaha di bidang teknologi.

Hal ini sejalan dengan visi program S-1 Sistem Informasi & Game Technology Unika Soegijapranata yang menghasilkan IT startup ketika lulus nanti. Mahasiswa Game Technology yang ikut merupakan mahasiswa yang telah mengikuti kuliah IT Entrepreneurship sebelumnya, sehingga ide dalam kuliah tersebut dapat dilanjutkan melalui kompetisi ini.

Menurut Albertus Dwiyoga, M.Kom, dosen mata kuluah Pemrograman yang ikut mendampungi mahasiswa dalam acara tersebut, ada 1000 peserta dari berbagai kampus di Indonesia yang berkompetisi menghasilkan program dengan dukungan Google API dalam waktu 24 jam.

“Karya tim Irse yang berjudul Jiwan dan mengangkat tema Edukasi akan kebudayaan di Indonesia berhasil memikat juri acara prestisius tahunan di bidang IT tersebut.

Acara yang dibuka oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ini telah menjadi rujukan kompetisi di bidang IT yang diselenggarakan di Indonesia. Setiap tahun menghasilkan berbagai IT entrepreneurs yang mampu berkontribusi bagi Indonesia. (Setiawan Hendra Kelana / CN26 / SM Network)

Sumber: SuaraMerdeka.com

 

Mahasiswa Unika Soegijapranata Juara Kompetisi BestAppsID

Laporan Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tiga mahasiswa Sistem Informasi dan Game Technology Universitas Katolik Soegijapranata mendapat gelar Platinum Winner dalam kompetisi BestAppsID yang diselenggarakan oleh Indigo dan Telkomsel di Bandung pada tanggal 29-30 November 2014, lalu.

Mereka adalah Irse Bagaskara, Gilang Pratama, dan Wahyu Febriyanto  yang masuk dalam 10 terbaik dan meraih juara Platinum.

Ketiganya juga berhak mendapatkan dana pembinaan Rp 10 juta dan masuk dalam program inkubator untuk dibina menjadi IT Startup atau wirausaha di bidang teknologi.

Albertus Dwiyoga, M.Kom, dosen mata kuliah Pemrograman yang ikut mendampingi mahasiswa dalam acara tersebut menjelaskan, ada 1.000 peserta dari berbagai kampus di Indonesia yang berkompetisi menghasilkan program dengan dukungan Google API dalam waktu 24 jam.

Karya tim Irse yang berjudul 'Jiwan' merupakan game dengan tema edukasi akan kebudayaan di Indonesia.

"Hal ini sejalan dengan visi program S-1 Sistem Informasi & Game Technology Unika Soegijapranata yang menghasilkan IT startup ketika lulus nanti," jelas Albertus Dwiyoga seperti rilis yang diterima Tribun Jateng.

Kompetisi yang dibuka oleh walikota Bandung Ridwan Kamil saat ini telah menjadi rujukan kompetisi bergengsi di bidang IT yang diselenggarakan di Indonesia. Setiap tahun berbagai IT entrepreneurs dihasilkan dari event tahunan ini. Mereka diharapkan mampu berkontribusi untuk memajukan  Indonesia. (*)

Sumber: TribunNews.com

Wednesday, November 12, 2014

Info Program Studi

Monday, November 3, 2014

Guru SMP Kebon Dalem Buat Game Edukasi bagi Anak

Sri Lestari Sisipkan Nilai Saling Menolong (Tribun Jateng 15 Okt 2014)

Tribun Jateng 15 Okt 14-1 
Tribun Jateng 15 Okt 14-2

Klik untuk memperbesar

Wednesday, October 15, 2014

Ekonomi Tumbuh Tak Terbatas Lewat Industri Kreatif

Kedaulatan Rakyat, 13 Oktober 2014

KR-Seminar Peluang Pendanaan Game SEMARANG (KRjogja.com)- Wakil Rektor I (Bidang Akademik) Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Dr Ridwan Sanjaya SE SKom MS IEC menyatakan, industri kreatif merupakan salah satu cara bagi Indonesia melakukan percepatan ekonomi. Lewat industri kreatif, maka pertumbuhan ekonomi menjadi tidak terbatas karena modal utamanya adalah manusia dan hasil pikir serta kreativitas manusia itu sendiri.

“Berbeda kalau kita mengandalkan pertumbuhan ekonomi dari minyak misalnya, karena minyak akan habis. Begitu juga bila mengandalkan pertumbuhan dari bahan kayu di industri kehutanan maupun industri pendukungnya, maka suatu saat kayu akan habis” ujar Wakil Rektor I Unika Soegijapranata Semarang saat membuka Game Festival 2014 Art game and Seminar Creative Game Education di kampus Unika.

Namun Ridwan Sanjaya mengingatkan, sejalan dengan semakin tumbuhnya industri kreatif di Indonesia yang cocok untuk mengatasi persoalan tingginya pengangguran, Indonesia tidak hanya punya tenaga kerja melimpah pada posisi sebagai pekerja industri kreatif, tetapi juga harus sampai pada tataran sebagai pencipta pekerjaan di bidang industri kreatif ini.

Sementara itu Kaprodi Sistem informasi dan Game Technology Unika Tecla Brenda ST MT dan Ketua Panitia yang juga president Game Club Unika Daniel Sigit menyatakan pada kesempatan itu berhasil memilih game edukasi terbaiik karya guru Dra MC Sri Lestari (Sekolah Kebon Dalem YPII Semarang) dan Berlinna T SSi (sekolah YSKI Semarang), serta kategori game terbaik mahasiswa Yeremia Greato-Satrya dan Celvin Laviano.

Agenda yang diselenggarakan Prodi Sistem Informasi dan Game Technology Unika Soegijapranata Semarang diisi pula dengan seminar peluang pendanaan industri kreatif dengan pembicara Shinta Witoyo Dhanuwardoyo (CEO Bubu.com), Oscar Darmawan (CEO Bitcoin Indonesia), serta Leocadia dan Natashia (mahasiswa Game Technologi Unika) untuk mendorong potensi industri kreatif di Jateng. Kedua mahasiswa Unika ini beserta timnya berhasil membuat game pendidikan Mahesa Jenar (diambil dari cerita rakyat Jateng-DIY), game berbasis RPG dimana game RPG biasanya mengambil tema-tema manga Jepang atau cerita luar negeri lainnya. (Sgi)

Sumber: http://krjogja.com/read/233745/ekonomi-tumbuh-tak-terbatas-lewat-industri-kreatif.kr

Kebon Dalem dan YSKI Raih EduGame Terbaik di Unika

Suara Merdeka, 13 Oktober 2014

Nathasia menyampaikan proses pengembangan Game Mahesa Jenar SEMARANG – Dra MC Sri Lestari dari sekolah Kebon Dalem YPII dengan game ”Budi Pekerti” dan Berlina T SSi dari sekolah YSKI dengan game ”Istana Bangun Datar”, terpilih sebagai karya game edukasi terbaik versi guru dalam Festival Game & Entrepreneur 2014 yang diadakan Program Studi Sistem Informasi & Game Technology Unika Soegijapranata, Sabtu (11/10).

Sementara dua karya terbaik game edukasi versi mahasiswa diraih tim Yeremia Greato-Satrya dan Celvin Laviano. Mereka menyajikan konten pembelajaran budaya dan ilmu pengetahuan dalam bentuk permainan sederhana yang menarik bagi anak-anak.

Menurut Ketua Panitia dan President Game Club Unika Soegijapranata, Daniel Sigit, penghargaan karya terbaik selalu diberikan rutin setiap tahun dalam Festival Game & Entrepreneur. Khusus tahun ini melibatkan guru-guru sekolah di Semarang yang menjadi peserta workshop Pengembangan Game Edukasi yang diadakan GameBelajar.com.

”Selain penghargaan, juga diadakan seminar Peluang Pendanaan Industri Kreatif yang menghadirkan pembicara Shinta Witoyo Dhanuwardoyo (CEO Bubu.com), Oscar Darmawan (CEO Bitcoin Indonesia), serta Leocadia dan Nathasia (mahasiswa Game Technology Unika Soegijapranata),” katanya dalam rilis kepada Suara Merdeka, kemarin.

Seminar ini merupakan kegiatan rutin tahunan Festival Game and Entrepreneur yang telah diselenggarakan sejak tahun 2011 dengan tujuan mendorong potensi industri kreatif yang ada di kota Semarang.

Dalam sesi pertama, Leocadia dan Nathasia menyampaikan proses adaptasi cerita silat Mahesa Jenar ke dalam bentuk game berbasis Android. Proses eksplorasi tersebut juga akan dipresentasikan pada konferensi internasional di Bangkok, awal Desember nanti.

Sementara Oscar Darmawan memberikan sesi edukasi teknologi dalam Bitcoin yang dapat digunakan untuk pengembangan industri kreatif. (D9-37)

 

Sumber: http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/kebon-dalem-dan-yski-raih-edugame-terbaik-di-unika/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...